Beberapa waktu yang lalu, seorang teman dengan bangga memberi kabar ke sebuah milis komik, tentang keberhasilan salah seorang Komikus Indonesia yang berhasil nembus DC - Marvel (siapa coba?)
Tapi, tanggapan yang muncul dari anggota milis tersebut (jumlahnya hampir 3000an) cenderung 'dingin'. Bahkan ada seseorang yang cenderung skin front dengan teman tadi, dengan mengatakan hal tersebut bukanlah hal yang perlu dibanggakan dan hal yang biasa, karena katanya sebagian besar penerbit komik di Amrik sedang mengadakan penyegaran pada komiknya, dengan merekrut artis2 baru dari luar Amerika dan Eropa. Nah, barulah setelah itu keadaan mulai memanas, teman tadi meradang! (siapa coba?) Diskusi milis menjadi panas! Sampai2 dua kubu harus didamaikan!
Ada apa ini sebenarnya? Kembali ke awal tulisan, tentang kabar Komikus Indonesia yang nembus DC-Marvel dan penebrit komik Amrik lainnya. Secara umum, siapa yang tidak bangga dengan ada salah seorang komikus kita, entah kenal atw tidak, entah teman atau tidak, bisa berjaya, dipercaya menggarap serial komik yang sangat terkenal. Tapi, ternyata di sisi lain, ada sekelompok orang yang cenderung memandang hal itu dari kacamata yang berbeda. Kalaulah dunia perkomikan kita tak jatuh seperti sekarang, atau komikus2 yang malang melintang di dunia perkomikan dunia (Amrik) tersebut juga berkiprah di dalam negeri, mungkin rata2 tanggapan terhadap keberhasilan mereka di luar negeri akan dielu2kan dan dibangga2kan insan perkomikan di tanah air.
Kenyataan yang terjadi sekarang, komikus2 dunia dari Indonesia, belum satu pun menghasilkan komik di dalam negeri!
Mana karya Chris Lie yang bikin GI. Joe Sigma, Drafted & Labirynt untuk DDP & Tokto Pop sekarang untuk komik Indonesia? Mana karya Anto Garang yang bikin Hercules untuk Radycal,
Samy Basri yang bikin Witchblade utk Top Cow, Ardiansyaf yang bikin Captain Britain, Nightclawler, JLA & Batman untuk DC-Marvel? Mana karya komikus2 yang lain yang sudah nembus luar itu????
Jadi?
Saya nggak bela sebagian yang sinis melihat komikus Indo yang ngomik di luar negeri, karena saya juga disindir mereka. Biar pun belum nembus yg pro. Hehehe

Tapi di satu sisi sebenarnya wajar harapan mereka untuk komik dalam negeri. Mereka teriak seperti ini kira2: TOLONGLAH BIKIN KOMIK UNTUK INDONESIA! SISAKAN SEDIKIT WAKTU KALIAN UNTUK ITU!!! PEMASUKAN DARI NGOMIK DI LUAR MUNGKIN LEBIH DARI CUKUP UNTUK STANDAR INDONESIA, SISIHKAN SEDIKIT UNTUK KOMIK INDONESIA!!!
Tapi, semuanya kembali kepada diri merka masing2.
HIDUP KOMIK INDONESIA!!!!
PEACE!!!!

Wassalam
mind to share??>>>
--
Return of the Vigilantes
[link]
nanya neh: ngewarnain-na pake apa..? tikus? tablet?
--
~ ONIMIYUU of EKYU ~
Visit EKYU's abandoned place
EKYU's artworks|Cosplay Photos
--
Return of the Vigilantes
[link]
--
Return of the Vigilantes
[link]
--
Return of the Vigilantes
[link]
Cheers Tom
--
Return of the Vigilantes
[link]
--
Dark Venus: Liberation is out now
trying to open commision, check : [link]
--
Return of the Vigilantes
[link]
--
Dark Venus: Liberation is out now
trying to open commision, check : [link]
--
Return of the Vigilantes
[link]
--
Ink runs through my vains
--
Return of the Vigilantes
[link]
--
Dark Venus: Liberation is out now
trying to open commision, check : [link]
--
Return of the Vigilantes
[link]
--
TERIMA KASIH (Indonesian words for "Thank you")
SENANG BERKENALAN DENGANMU (Indonesian words for "Nice to meet you")
KARYAMU KEREN OY (Indonesian slank for "U have nice artworks")
Mayana 01 is still in stores. Check it out!
--
Return of the Vigilantes
[link]
--
Diana Greenhalgh, professional inker
--
Return of the Vigilantes
[link]
Previous Page12345...Next Page